<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GiniGitu [dot] com &#187; Cerpen</title>
	<atom:link href="http://ginigitu.com/category/Cerpen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ginigitu.com</link>
	<description>Berkicau Sesuka Hati</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Jan 2013 00:08:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Air Mata Untuk Yohana</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/cerpen/air-mata-untuk-yohana.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/cerpen/air-mata-untuk-yohana.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jun 2012 11:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[UNTUK]]></category>
		<category><![CDATA[yohana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=7558</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diangkat berdasarkan kisah nyata, untuk mengenang teman yang sangat di sayangi “YOHANA”. Boleh dikatakan kepergian Yohana yang masih muda belia ”Laksana Cangkokan Muda yang Direnggut dari Batang Induk”.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/cerpen/air-mata-untuk-yohana.htm">Share G2 ke FB</a></div><p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #3366ff;">Oleh,<br />
Muhammad Ali, MLS</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #3366ff;"><img class="aligncenter" title="Pak Ali" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI Air Mata Untuk Yohana" width="166" height="180" /><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tulisan ini diangkat berdasarkan kisah nyata, untuk mengenang teman yang sangat di sayangi “YOHANA”. Boleh dikatakan kepergian Yohana yang masih muda belia ”Laksana Cangkokan Muda yang Direnggut dari Batang Induk”.</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Hiruk pikuk kendaraan yang melintas daerah perbaungan seperti biasa sangatlah padat. Jalan utama daerah ini adalah jalan lintas Sumatera. Perbaungan juga adalah sorganya kuliner, tidak jarang orang datang dari medan dan sekitarnya mengunjungi Perbaungan hanya ingin mencicipi aneka masakan khas daerah ini. Mengingat bagusnya penataan kota perbaungan dengan banyaknya restoran disanasini menjadikan Perbaungan tempat yang sesuai untuk bermacam-macam kegiatan. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se Sumatera Utara yang ke 33 dari tanggal 28 April sampai tanggal 5 Mei 2012 diadakan di Tanah Bertuah Negeri Beradat (Kabupaten Serdang Bedagai) Kecamatan Pegajahan yang mengambil lokasi persis berbatasan dengan Kec. Perbaungan dan berdekatan dengan jalan lintas Sumatera.    Pada lokasi MTQ dibangun Replika Istana Sultan Serdang yang demikian megah yang disekelilingnya masih tumbuh pohon-pohon kelapa sawit bekas tanaman perkebunan Melati, sehingga suasana ini membuat suatu kesan alami yang masih kental.  Masyarakat Perbaungan dan sekitarnya sangat antusias ingin melihat langsung lokasi MTQ ini dan secara dadakan tempat ini telah menjadi objek wisata religi bagi masayarakat. Ada yang berfoto, membawa keluarga sambil menikmati jajanan ringan yang dijajakan penduduk setempat. Objek wisata baru ini agak jauh dari pusat kota perbaungan, sehingga masyarakat harus menaiki angkutan umum atau kendaraaan pribadi tapi kebanyakan muda mudi naik kendaraan roda dua sambil menikmati udara segar pada arena MTQ ini. Inilah suatu kebahagian bagi kaum muda (pelajar) dapat bepergian bersama teman-teman setelah seharian bergulat dengan buku, setelah menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) yang baru saja berlalu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Yohana salah seorang siswi di sebuah SMA Swasta di Perbaungan. Dia adalah siswi yang sangat disenangi teman-teman, dan punya prestasi yang lumayan baik. Kelas III IPA-1 adalah tempat Yohana menghabiskan masa sekolahnya. Ada yang bilang masa yang paling indah itu adalah masa di SMA. Di sinilah jiwa muda muncul dan di sini pulalah awal dari perjuangan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sudah menjadi tradisi, sebelum UAN dimulai Perguruan dimana Yohana bersekolah mengadakan tour perpisahan. Untuk kali ini tujuannya adalah  Parapat. Suasana gembira begitu kental kelihatan dari wajah murid-murid, walaupun mereka harus bergulat dengan dinginnya malam. Ketika lagu Iwak Peyek dinyanyikan, mereka sangat gembira&#8230; menari, bersenda bersama. Alangkah bahagianya hidup terasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga hari setelah kembali dari Parapat anak-anak disibukkan dengan perjuangan terakhir mereka yaitu Ujian Akhir Nasional. Empat hari ini adalah momok terakhir yang akan dihadapi murid-murid selama 3 tahun duduk di bangku SMA. Ujian pun berjalan lancar. Di hari terakhir ujian ini suasana tidak terkontrol ketika bell tanda ujian berakhir. Anak-anak bersorak keluar dari kelas. Terasa beban selama 3 tahun tuntas sudah di hari ini. Tak lama berselang tradisi corat-coret pun dimulai dan Yohana yang begitu riang dapat giliran di coret&#8230;.. dan Yohana tak mau kalah juga mencoret baju teman-temannya. Bahkan tandatangan Yohana masih terasa basah di kaus teman-teman. Tertawa &#8230;.. gembira adalah ciri mereka saat-saat seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pada sore itu tanggal 2 Mei 2012 berselang beberapa hari selesai  UAN, Yohana bersama beberapa teman  tertarik ingin melihat objek wisata baru dengan berkendaraan roda dua. Kebahagian sangat terlihat diwajah Yohana dan teman-temannya melihat suasana yang demikian indah dan nyaman juga bertemu teman-teman lain. Maklum baru melepas lelah menghadapi ujian. Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam bersama teman-teman, Yohana dan beberapa teman beranjak pulang karena hujan rintil-rintik telah membasahi bumi. Keadaan menjadi panik ketika dalam perjalanan pulang kendaraan Yohana tergelincir ketika melintasi rel kereka api dan Yohana terjatuh&#8230;&#8230;.. nasib tidak dapat ditolak kehendak yang mahakuasa melebihi segalanya. Dan Allah telah menentukan segala-galanya untuk setiap makhluk NYA. Setelah Yohana terjatuh&#8230; melintas sebuah kendaraan dan secara tidak sengaja  menabrak Yohana&#8230; suasanya bertambah panik karena kondisi anak manis ini sangat memprihatinkan. Manusia berkerumun&#8230;&#8230; tapi kehendak yang maha kuasa tidak dapat di tolak. Yohana yang kami sayangi yang kami cintai&#8230;.. telah pergi laksana cangkokan muda direnggut dari batang induk. Sang ibu sangat terpukul melihat anak yang begitu disayangi terbujur dihadapan. Tapi Gibran pernah berucap bahwa”Anak-anakmu bukanlah milikmu, mereka lahir melalui mu tapi bukan dari pada mu”. Walaupun kita sayang pada Yohana&#8230; tetapi Allah adalah pemilik Yohana&#8230; Dialah yang lebih sayang pada Yohana. Sang khaliq telah memanggilnya tepat di saat UAN telah selesai. Rampunglah 12 tahun pendidikan Yohana. Dalam ziarah, Bung Iwan pernah bilang bahwa ”Tiap orang mati adalah sarjana kehidupan dan pekuburan adalah lembaga perguruan paling tinggi baginya”.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sang surya bergerak laksana keong&#8230;.lambat&#8230;sangat lambat membuat hari demi hari terasa sangat lama. Yohana terasa masih ada diantara kami. Untuk mengatakan Yohana telah tiada sangatlah sukar. Bayangannya selalu melintas seolah menemani kami sahabatnya. Suasana kelas masih terngiang di telinga kami ketika Yohana dengan riangnya berkelakar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa, setelah ujian akhir di sekolah diadakan  perpisahan. Seharusnya inilah suasana haru dan gembira terpancar disetiap murid  tetapi bagi  siswa/i kelas 3 IPA 1 sekolah ini sangat tidak ada rasa gembira, mereka semua menitikkan air mata kesedihan. Apa lagi ketika kepala sekolah memanggil semua murid kelas III IPA1 untuk berbaris di depan lapangan tempat perpisahan. Salah seorang teman akrab yohana membawa foto berukuran besar gambar sang idola mereka Yohana. Hampir semua yang hadir terharu&#8230;. ditambah lagi puisi yang sangat menyentuh dikomandangkan oleh seorang teman lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Yohana</strong> &#8230;&#8230;&#8230;. kamu tidak sendirian, do’a kami selalu menemanimu. Selamat tinggal sahabatku&#8230;&#8230;. selamat tinggal untuk selamanya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tamat</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/cerpen/air-mata-untuk-yohana.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
