<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GiniGitu [dot] com &#187; Ekowisata</title>
	<atom:link href="http://ginigitu.com/category/Ekowisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ginigitu.com</link>
	<description>Berkicau Sesuka Hati</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>EKSOTISME TAMAN EDEN 100</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/eksotisme-taman-eden-100.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/eksotisme-taman-eden-100.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 10:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Orchid Park]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Eden]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=7442</guid>
		<description><![CDATA[Kepuasan wisatawan berkunjung ke tempat wisata diantaranya ditentukan oleh udara yang segar, keamanan, keindahan juga lokasi yang mudah terjangkau. Kriteria itu sudah dipenuhi oleh Taman Eden 100. Taman ini adalah hasil tangan dingin Bung Marandus Sirait Sang Penerima Hadiah Kalpataru Bidang Perintis Lingkungan tahun 2005 dan Wahana Lesrati tahun 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/eksotisme-taman-eden-100.htm">Share G2 ke FB</a></div><h2 style="text-align: center;"><strong>Trekking Penuh Pesona</strong></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Oleh: Muhammad Ali, MLS</strong></span></p>
<p><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7549" title="PAK ALI" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI EKSOTISME TAMAN EDEN 100" width="166" height="180" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">Kepuasan wisatawan berkunjung ke tempat wisata diantaranya ditentukan oleh udara yang segar, keamanan, keindahan juga lokasi yang mudah terjangkau. Kriteria itu sudah dipenuhi oleh Taman Eden 100. Taman ini adalah hasil tangan dingin Bung Marandus Sirait Sang Penerima Hadiah Kalpataru Bidang Perintis Lingkungan tahun 2005 dan Wahana Lesrati tahun 2010.</span></strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Taman Eden “100″ adalah sebuah Taman Wisata Alam, Taman Wisata Rohani dan Taman Pelestarian Lingkungan Hidup. Taman ini  berada di Desa Lumban Rang – Sionggang Utara, Kec. Lumban Julu, Kab. Toba Samosir, Sumut dengan ketinggian tempat antara 1.100 – 1.750 meter diatas permukaan laut. Letaknya sangat strategis di jalan lintas Sumatera tepatnya 17 km dari kota wisata Parapat. Tujuan diadakannya Taman Eden 100 ini adalah untuk melestarikan hutan di kawasan sekitar Danau Toba dan sekitarnya. Menurut pengelola Taman Eden 100 ”Marandus Sirait” bahwa penanam pohon yang  di Taman ini berasal dari bermacam-macam Suku Bangsa, Ras, Agama dan Golongan. Yang paling penting bagi pengelola adalah menghijukan taman ini. Menurut penulis kerja keras bung Marandus ini  sangatlah positif. Pengharapan selanjutnya adalah pemilik lahan atau lahan marga mau meniru cara kerja sang penerima  hadiah KALPATARU ini.</p>
<div id="attachment_7446" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/taman-eden-100.jpg" ><img class="size-full wp-image-7446" title="taman eden 100" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/taman-eden-100.jpg" alt="taman eden 100 EKSOTISME TAMAN EDEN 100" width="500" height="266" /></a><p class="wp-caption-text">Taman Eden 100</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">
<h2><strong>Pemikiran Awal Pembentukan Taman Eden 100</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Marandus Sirait, seorang guru musik di Medan yang telah memiliki alat-alat musik lumayan lengkap dan sudah barang tentu mempunyai murid-murid yang cukup menghibur dan membuat hidupnya bahagia. Peminat belajar musik biasanya dari golongan anak-anak yang orang tuanya memiliki cukup uang atau diatas sederhana. Apalagi Bung Marandus beroperasi di kota Medan yang termasuk sarangnya seniman. Tetapi itu semua tak membuatnya puas seutuhnya. Ketika dia pulang kampung melihat 40 hektar lahan keluarganya tandus hatinya miris dan berpikir untuk apa saya hidup bergembira bermusik ria di kota medan sementara lahan kampung saya tak di urus. Dengan sangat nekat&#8230;.. dan boleh dikata rencana gila-gilaan (maaf bung Marandus). Alat-alat musik kesayangannya satu persatu berguguran menjadi rupiah demi membiayani dan membeli bibit pohon untuk di tanam di lahan marga ini. Pada awalnya tak kurang dari 100 jenis pohon produktif dia tanam, kemudian dia merenung dan membayangkan wah sorga ku akan tercipta. Ini semua akan ku persembahkan bagi siapa saja yang akan menikmati sorgaku ini, memakan buahnya secara gratis, mandi di air terjun&#8230;.. memanjakan diri di Sungai yang alangkah indahnya, tidak tercemar&#8230;.. kemudian dia menamakan sorga buatannya ini dengan nama TAMAN EDEN 100.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2><strong>Aktivitas yang dapat dilakukan </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Parapat sudah cukup dikenal dengan Danau Tobanya&#8230;&#8230;seindah apapun kata dirangkai tak cukup untuk memuji Danau Toba. Tetapi ketika wisatawan ingin variasi berbeda demi melengkapi wisata maka jawabannya adalah Taman Eden 100. Di Taman ini suasana Danau sama sekali hilang&#8230;.. hanya udara sejuk yang terbawa karena ketinggian tempat taman ini lebih tinggi dari Parapat. Menelusuri Taman Eden inci demi inci kita selalu ditakjubkan oleh pemandangan lain dari yang lain. Berbagai jenis pohon yang terjajar di pinggiran jalan setapak di taman ini, ditanam oleh pengunjung. Nama dan alamat pengunjung langsung dapat kita lihat  melalui plat nama yang sengaja di buat untuk menandakan pohon tanaman si Anu. Banyak artis ibu kota, pejabat, dan masyarakat turut berpartisipasi menyemarakkan tanaman di taman ini. Sistem penanaman pohon ada biayanya. Penanam pohon cukup membayar Rp.100.000 –  Rp.300.000 biaya itu digunakan untuk merawat pohon dan bila pohon mati akan diganti dengan bibit yang sama sehingga penanam tidak perlu ragu kalau-kalau pohon yang ditanam tidak tumbuh. Bung Marandus sangat perduli dengan tumbuhnya pepohonan di taman ini. Untuk masuk ke taman ini dipungut biaya Rp.5000/ orang, kalau yang masuk group harga bisa nego, karena bung Marandus cukup pengertian dengan kantong pengunjung. Ketika penulis berkunjung ke taman ini ada tulisan yang cukup menarik perhatian ” Stroberry Petik sendiri” wah&#8230; bukan main riangnya hati. Udara segar, dipinggir sungai nan jernih, tidak jauh dari air terjun ada tawaran yang sangat menakjubkan. Makan buah gratis.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi menggemar anggrek, Taman Eden tidak kalah meriahnya. Taman Anggrek yang berada disini mengoleksi bermacam-macam anggrek yang berasal dari daerah setempat sehingga terjadi sebutan Anggrek Toba. Marandus secara khusus membangun area konservasi anggrek toba dengan label <em>Orchid Park</em>, satu-satunya taman konservasi anggrek hutan di Sumatera Utara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2><strong>Air Terjun</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 15-20 menit berjalan kaki dari gerbang utama para  pengunjung dapat menikmati air terjun bertingkat yang cukup jernih. Di sinilah semua kelelahan, stress dan kesibukan sehari-hari terasa <em>fresh</em> kembali, mungkin disilah yang disebutkan Bung Marandus sorganya taman ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_7447" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Air-Terjun-2-Tinggkat.jpg" ><img class="size-full wp-image-7447" title="Air Terjun 2 Tinggkat" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Air-Terjun-2-Tinggkat.jpg" alt="Air Terjun 2 Tinggkat EKSOTISME TAMAN EDEN 100" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Air Terjun 2 Tingkat </p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_7448" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Pengunjung-Taman-Eden.jpg" ><img class="size-full wp-image-7448" title="Pengunjung Taman Eden" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Pengunjung-Taman-Eden.jpg" alt="Pengunjung Taman Eden EKSOTISME TAMAN EDEN 100" width="500" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Dosen dan Mahasiswa AMIK Tunas Bangsa di Taman Eden 100</p></div>
<div id="attachment_7452" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Air-TErjun-Taman-Eden.jpg" ><img class="size-full wp-image-7452" title="Air TErjun Taman Eden" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Air-TErjun-Taman-Eden.jpg" alt="Air TErjun Taman Eden EKSOTISME TAMAN EDEN 100" width="500" height="667" /></a><p class="wp-caption-text">Air Terjun Taman Eden 100</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h2><strong>Trekking</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Untuk melakukan trekking di Taman Eden cukup bervariasi dari mulai tingkat ringan sampai tingkat berat. Sebagai contoh Trekking ke ”Bukit Manja” memakan waktu dua setengah jam sekali jalan sehingga pengunjung harus berangkat pagi agar turun tidak kemalaman. Bersama rombongan dari AMIK Tunas Bangsa Pematangsiantar penulis melalukan trekking yang cukup menggembirakan ini. Bagi pemula memang agak berat karena tanjakan yang harus didaki cukup melelahkan. Tetapi medannya tidak membahayakan sehingga pengunjung tidak perlu terlalu khawatir untuk melakukan trekking. Dalam perjalan  tidak ditemukan plastik atau bekas botol air mineral.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_7451" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Tracking.jpg" ><img class="size-full wp-image-7451" title="Tracking" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2012/03/Tracking.jpg" alt="Tracking EKSOTISME TAMAN EDEN 100" width="500" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Trekking Menuju Bukit Manja</p></div>
<p style="text-align: justify;">Hal ini cukup meyejukkan hati inilah ekowisata yang sebenarnya. Yang sangat mengejutkan kami adalah sebuah pohon yang bertuliskan POHON ARA atau biasa disebut POHON TIN. Setelah dikonfirmasi kepada bung Marandus bahwa pohon itu sumbangan dari Israel. Wah &#8230;. koleksi tanaman yang cukup baik untuk suatu kegiatan ekowisata khususnya wisata edukasi. Mungkin inilah ECOLIBRARY yang seutuhnya yaitu suatu perpustakaan alam atau perpustakaan hidup. Penulis selalu menyebut dirinya dengan sebutan ”<em>a father of  ECOLIBRARY”</em> karena punya cita-cita memadukan perpustakaan dengan alam. Mudah-mudahan Taman Eden 100 bisa dijadikan <em>ecolibrary</em> bagi pencari informasi khususnya untuk peminat tanaman dan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari&#8230;&#8230;..nikmati keidahan alam dengan segala pesonanya, dan menghargai kerja keras Bung Marandus yang sarat akan nilai fundamental. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..”Selamat Berkunjung ”&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/eksotisme-taman-eden-100.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesisir-selatan-surga-ekowisata-yang-belum-ternoda.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesisir-selatan-surga-ekowisata-yang-belum-ternoda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 16:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Air Terjun Tembulun]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Biduk]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[jambu air]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan akar]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[painan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[wisatawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=7284</guid>
		<description><![CDATA[Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terletak di empat propinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, dengan luas 1.375.379,867 ha. Sebagian TNKS terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan dengan ibu Kabupaten “Painan”. Painan mempunyai segudang tempat ekowisata yang masih asri, kalau boleh saya katakan “PAINAN IS THE HIDDEN PARADISE EVER SEEN ” tapi sayang kurang dilirik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apa sebenarnya yang terjadi?.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesisir-selatan-surga-ekowisata-yang-belum-ternoda.htm">Share G2 ke FB</a></div><p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Oleh, Muhammad Ali, MLS</strong></span></p>
<p><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7549" title="PAK ALI" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="166" height="180" /></a></p>
<p class="infobox" style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #008000;"><span style="color: #ff0000;">Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)</span> terletak di empat propinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, dengan luas 1.375.379,867 ha. Sebagian TNKS terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan dengan ibu Kabupaten “Painan”. Painan mempunyai segudang tempat ekowisata yang masih asri, kalau boleh saya katakan “PAINAN IS THE HIDDEN PARADISE EVER SEEN ” tapi sayang kurang dilirik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apa sebenarnya yang terjadi?.</span></strong></p>
<h2><span style="text-decoration: underline;">Potensi Ekowisata TNKS di Pesisir Selatan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pada saat pertama kali diperkenalkan, ekowisata tidaklah begitu menarik perhatian para pelaku industri pariwisata. Sama halnya dengan layanan <em>SMS (Short Message Service) </em>yang pada awalnya juga kurang menarik minat para operator telepon seluler. Namun perlahan tapi pasti, seiring dengan meningkatnya pemakai telepon seluler maka SMS menjadi bisnis yang menguntungkan. Demikian juga halnya dengan ekowisata, saat ini telah mendapatkan tempat dalam industri pariwisata. (Purbo, 2008). Stigma di masyarakat bahwa pariwisata itu identik dengan 3-S <em>(Sun, Sand, Sex) </em>harus diubah. Tidak semua pariwisata itu sifatnya berfoya-foya dengan tidur di hotel berbintang. Contohnya Kawasan Ekowisata Tangkahan, dengan <em>Cottage</em> bambu, kayu, tepas dan penerangan lampu teplok ( setelah jam 11 malam) dengan harga yang sangat terjangkau cukup diminati wisman dan wislok. Inilah yang perlu di bangun agar rasa menyatu dengan masyarakat lokal terhayati dan tidak membangun gap yang besar. Celah seperti inilah yang harus dioptimalkan melalui pengembangan ekowisata.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tulisan ini akan di ekspos 5 objek ekowisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dan untuk lebih dipromosikan dalam negeri dan ke mancanegara.</p>
<h2>1. Air Terjun Tembulun</h2>
<div id="attachment_7299" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Air-Terjun-Tembulun.jpg" ><img class="size-full wp-image-7299" title="Air Terjun Tembulun" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Air-Terjun-Tembulun.jpg" alt="Air Terjun Tembulun PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="400" height="301" /></a><p class="wp-caption-text">Air Terjun Tembulun</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Sumber air dari air terjun ini digunakan untuk Perusahaan Air minum di Pesisir Selatan ini menunjukkan bahwa air nya sangat bersih dan jernih. Umumnya sumber air pada air terjun di Pesisir Selatan ini berasal dari hutan TNKS. Dalam perjalanan menuju Air terjun para wisatawan dapat menikmati buah durian yang sangat banyak tumbuh   di sekitar jalur trekking menuju air terjun. Tak kalah meriahnya adalah burung, tupai dan hewan pemakan buah saling bersahutan seolah takut jatah mereka di ambil manusia. Air terjun ini adalah salah satu yang paling banyak dikunjungi karena aksibilitas menuju ke objek hanya 3 km dari kota Painan.</p>
<h2><strong>2. Batu Biduk</strong></h2>
<div id="attachment_7312" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Batu-Biduk.jpg" ><img class="size-full wp-image-7312" title="Batu Biduk" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Batu-Biduk.jpg" alt="Batu Biduk PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Batu Biduk</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sesuai dengan namanya batu biduk ( batu yang berbentuk sampan) dengan air yang jernih dan bebatuan yang menonjol di sekitarnya dapat menambah keidahan alam dan sungai. Bebatuan sekitar sungai dapat menjadi tempat bersantai dan duduk wisatawan sambil menikmati hutan TNKS dan sungainya. Dalam perjalanan menunju objek ini belum tersedia fasilitas seperti shelter dan lainnya sehingga pengunjung terasa monoton dalam perjalanan tanpa ada tempat istirahat yang memadai. Walaupun demikian pengunjung senang ke tempat ini untuk berpiknik membawa keluarga sambil duduk-duduk bersantai di bebatuan dan mandi di air yang demikian sejuk. Objek ini layak untuk dikembangkan dengan tetap memegang teguh prinsip  ekowisata.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>3. Pemandian Baringin Gadang</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Tidak jauh dari batu biduk dapat dijumpai pemandian yang lebih menarik dan agak dalam. Disini wisatawan harus melakukan treking selama 30 menit dengan medan yang landai untuk mendapatkan objek wisata (pemandian Baringin gadang). Tepatnya didekat pohon beringin besar pemandangannya sangat indah sehingga para wisatawan yang senang fotografi dapat mengabadikan pemandangan yang menakjubkan ini. Mengingat ada dua objek wisata pada satu jalan treking maka sangat mudah untuk kembangkan menjadi satu paket wisata. Biasanya wisatawan sangat tertarik untuk datang apabila pada satu lokasi terdapat lebih dari satu objek yang akan dilihat.</p>
<h2><strong>4. Air Terjun Lumpo</strong></h2>
<p><strong></p>
<div id="attachment_7313" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Air-Terjun-Lumpo.jpg" ><img class="size-full wp-image-7313" title="Air Terjun Lumpo" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Air-Terjun-Lumpo.jpg" alt="Air Terjun Lumpo PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="400" height="534" /></a><p class="wp-caption-text">Air Terjun Lumpo</p></div>
<p></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Objek ekowisata  Air Terjun Lumpo (<em>Lumpo Waterfall</em>)  yang selama ini telah menjadi buah bibir masyarakat. Objek ini terletak di desa Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Jarak dengan pantai pesisir selatan lebih kurang  11 Km. medan perbukitan curam dan terjal. Dalam perjalalanan menuju air terjun akan ditemui ladang tua dan hutan yang masih asli dan lebat, burung-burung bersahutan seolah takut terusik oleh tingkah manusia yang biasa memburu. Bagi yang senang makan buah durian di sinilah tempatnya, karena pohon durian turut meramaikan pepohonan hutan yang rimbun. Tak jarang penduduk desa duduk termenung menunggu sang buah kesayangan jatuh dari pohon di taman nasional milik negara ini.  Dan buah-buah lain cukup banyak sehingga hewan pemakan buah seolah tak mampu menghabiskan makanan ini.  Hal ini dibuktikan saat perjalanan (survey) sangat banyak buah durian dan jambu air sedang matang-matangnya untuk siap di santap, sehingga perjalanan sangat menyenangkan dan tidaklah takut terasa lapar di hutan lebat ini. Air terjun lumpo ini cukup tinggi dan bertingkat. Untuk menuju objek ini para <em>trekker</em> di harapkan berangkat pagi agar dapat menikmati suasana air terjun sebelum sore hari. Perjalanan memakan waktu lebih kurang 4-5 jam sekali jalan sehingga para <em>eco traveller</em> diharapkan membawa bekal dan peralatan secukupnya untuk menginap di hutan mengingat sukarnya medan dan lamanya diperjalanan.  Bila kondisi fisik cukup kuat dan cuaca mendukung maka dimungkinkan perjalanan satu hari pulang pergi.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>5. Terowongan Bekas Tambang Emas</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Salah satu objek ekowisata yang penting dan bersejarah adalah Terowongan Bekas Tambang Emas. Pada objek ini pengunjung dapat melakukan kegiatan lintas alam berkemah, pengamatan flora dan fauna dan fotografi. Dalam perjalanan menuju objek ini pengunjung dapat menikmati buah durian   pepohonan ini tumbuh menyebar di sekitar jalan treking. <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pertanyaan di awal tulisan ”mengapa daerah ini kurang dikunjungi” diantaranya adalah kurangnya promosi, kurangnya fasilitas pada tempat-tempat ekowisata dan kurangnya SDM yang ngurusin tempat yang luar biasa indahnya, pada hal   secara umum objek ekowisata di Pesisir Selatan cukup menakjubkan dan bervariasi dari mulai air terjun, treking memasuki hutan, wisata buah-buahan, wisata sungai, pengamatan flora dan fauna dan berkemah. Imbauan penulis ”Coba deh berkunjung ke ” <em>Hidden Paradise</em>” ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ini beberapa foto &#8211; foto pemandangan indah yang terdapat di Painan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Air Terjun Bayang Sani</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Air-Terjun-Bayang-Sani.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7314" title="Air Terjun Bayang Sani" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Air-Terjun-Bayang-Sani.jpg" alt="Air Terjun Bayang Sani PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="400" height="301" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Jembatan Akar di Painan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Jembatan-Akar.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7315" title="Jembatan Akar" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Jembatan-Akar.jpg" alt="Jembatan Akar PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="400" height="301" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pohon Jambu Air dalam Perjalanan ke Air Terjun Lumpo</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Pohon-Jambu-Air.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7316" title="Pohon Jambu Air" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/12/Pohon-Jambu-Air.jpg" alt="Pohon Jambu Air PESISIR SELATAN   SURGA EKOWISATA YANG BELUM TERNODA" width="400" height="301" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesisir-selatan-surga-ekowisata-yang-belum-ternoda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAMOSIR &amp; TANGKAHAN</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/samosir-tangkahan.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/samosir-tangkahan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 13:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[MLS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Ali]]></category>
		<category><![CDATA[pelancong]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Samosir]]></category>
		<category><![CDATA[Samosir]]></category>
		<category><![CDATA[tangkahan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisatawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=7266</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Samosir dan Tangkahan adalah dua tempat yang sangat indah tetapi kurang di kunjungi wisatawan mancanegara (wisman). Jauhnya objek-objek ini dari Bandara kemungkinan penyebab utama masalah ini. Tetapi ada masalah lain yang tidak kalah penting dan perlu mendapat perhatian pemerintah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/samosir-tangkahan.htm">Share G2 ke FB</a></div><h2 style="text-align: center;">POTENSI BESAR YANG RINDU WISMAN</h2>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #800000;"><strong>Oleh, Muhammad Ali, MLS</strong></span></p>
<p><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7549" title="PAK ALI" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI SAMOSIR & TANGKAHAN" width="166" height="180" /></a></p>
<p class="infobox" style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff9900;">Pulau Samosir dan Tangkahan adalah dua tempat yang sangat indah tetapi kurang di kunjungi wisatawan mancanegara (wisman). Jauhnya objek-objek ini dari Bandara kemungkinan penyebab utama masalah ini. Tetapi ada masalah lain yang tidak kalah penting dan perlu mendapat perhatian pemerintah.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/11/Samosir.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7278" title="Samosir" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/11/Samosir.jpg" alt="Samosir SAMOSIR & TANGKAHAN" width="342" height="257" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Suara serine dari sebuah Ferry yang menderu-deru sebagai pertanda memanggil penumpang dari Pelabuhan Tiga Raja untuk menuju sebuah pulau yang sangat tenang, damai dan bersejarah. Air danau yang demikian jernih diterpa sinar surya adalah suatu perpaduan serasi untuk menunjukkan pada manusia alangkah sempurnanya ciptaan yang maha kuasa. Ikan dengan damainya  menari-nari mempertontonkan pada penghuni kapal “kami adalah penghuni danau sejati”. Ketika Ferry merapat di mulut dermaga Tomok, secara tidak sadar kaki kita telah berada di luar Pulau Sumatera.  Pakaian bercorak khas Batak Toba dan ukiran banyak dijajakan di kedai-kedai sekitar pasar Tomok. Terasa keramahan penduduk setempat menawarkan jualan mereka. Umumnya wisatawan mengagumi Pulau Samosir ini, tapi mereka  bertanya-tanya mengapa tempat yang demikian indah, nyaman tidak berpolusi kok pengunjungnya sepi? Inilah masalah besar yang dihadapi Pulau Samosir yang dicanangkan tahun 2010 sebagai Kabupaten Pariwisata. Beberapa manager hotel berbintang yang di interview mengatakan sangat berat untuk bertahan karena tamu  sepi, yang ada wisatawan lokal ataupun wisatawan dari negara tetangga Malaysia dan Singapura.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sementara Tangkahan yang letaknya bertetangga dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)  ±105 km dari kota Medan atau 3-4 jam perjalanan dengan bus. “Pembangunan Semesta” adalah satu-satunya bus umum yang mengambil rute Medan – Tangkahan  dengan kebanyakan kondisi bus kurang nyaman di dalamnya, dipadu dengan sangat tidak nyamannya kondisi jalan. Pemerintah sebenarnya masih kurang memperhatikan jalan menuju Tangkahan,   pada hal kalau kita baca di  internet daerah ini sudah  terpromosi dengan baik. Kawasan Ekowisata ini berbatasan dengan Desa Namosialang dan Desa Sei Serdang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat  dengan panorama hutan TNGL dipadu dengan Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan yang jernih berpantaikan bebatuan yang mengawal sungai dengan kokohnya, cukup memanjakan pengunjung untuk berjalan santai di atas bebatuan indah, bersih tanpa sampah plastik sambil sesekali bisa menyeburkan badan ke sungai ini. Salah  satu tempat yang cukup strategis bagi pencinta sungai terdapat perpaduan air dingin dan air panas. Bagi yang merasa dingin bisa memanjakan tubuh, menghangatkannnya di selah-selah bebatuan yang mengeluarkan air hangat; suatu kombinasi yang sukar ditemui di daerah lain.  Bagi yang berminat terapi berjalan tanpa alas kaki akan bisa merasakan nikmatnya. Satu-satunya kawasan wisata yang tidak ditemui sampah plastik (hebat cukup hebat, salut cukup salut). Tangkahan boleh di jadikan acuan studi banding para pelaku wisata. Terbentuknya Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) sangatlah membantu sistem managemen terpadu yang dilakukan melalui satu pintu sehingga tidak ada lagi tarik menarik pengunjung antar <em>guide</em> ataupun <em>home stay</em>, semuanya dilakukan melalui <em>Tangkahan</em> <em>Visitor Center. </em>Suatu sistem yang sangat luar biasa dan dipatuhi oleh setiap <em>stakeholders</em>. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di kawasan ini diantaranya : Jelajah Hutan, dimana pengunjung dapat mempelajari flora dan fauna hutan hujan sambil melakukan trekking kadang mendaki, kadang menurun sesuai kontur alam TNKS  dan tak jarang melintasi sungai yang airnya bak cermin. Perjalanan treking dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan usia, semua telah disiapkan oleh pengelola demi memuaskan pengunjung. Aktivitas lain adalah Jelajah Sungai dengan <em>benen</em> sambil menikmati monyet ekor panjang yang berayun-ayun sambil makan buah alam. Tak kalah menarik beraneka burung  tebar pesona seolah tak mau kalah dengan pesaingnya sesama penghuni rimba.  Wisata yang paling unik adalah wisata memandikan gajah. Pengunjung dengan didampingi oleh pawang bisa bermanja dengan gajah sambil menggosok-gosok badan sang raksasa ini. <em>Unfogettable memories</em>. Banyak lagi yang dapat dinikmati seperti berkemah, petualangan menelusuri gua dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/11/Tangkahan-1.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7279" title="Tangkahan 1" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/11/Tangkahan-1.jpg" alt="Tangkahan 1 SAMOSIR & TANGKAHAN" width="342" height="257" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sangat disayangkan potensi yang demikian besar dan bervariasi juga managjemen yang demikan sempurna tidak didukung oleh program-program pemerintah untuk memperbaiki jalan ataupun fasilitas lain, seperti mengadakan listrik PLN di Kawasan Ekowisata Tangkahan ini.  Sampai-sampai ada artikel yang di muat di <em>Inside Sumatra Tourism and Lifestyle Magazine</em> Vol.14 Maret 2006, tulisan Tikwan Raya Siregar, berjudul : Negara kecil berbendera merah putih <em>(Returning to Tangkahan a small country under the red-white flag)</em>. Sedih sangat sedih, ketika penulis mengunjungi objek ini sambil kelakar meminta dua murid SD untuk mengalunkan lagu Indonesia Raya, mereka bisa melakukannya. Jadi <em>Tangkahan is still Indonesia.</em> Bukti kejayaan: pada tahun 2004 Tangkahan di anugrahi penghargaan “Inovasi Pariwisata Indonesia” oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/11/Tangkahan-2.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7280" title="Tangkahan 2" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/11/Tangkahan-2.jpg" alt="Tangkahan 2 SAMOSIR & TANGKAHAN" width="342" height="257" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kurangnya wisatawan Mancanegara berkunjung kemungkinan lamanya jarak tempuh dan buruknya kondisi jalan menuju destinasi. Sehingga penumpang bus Pembangunan Semesta layaknya dokter akan mengoperasi pasien, menutup mulut dan hidung menghindari debu yang demikian mengganas.</p>
<p class="infobox" style="text-align: justify;">Secara keseluruhan bahwa Samosir dan Tangkahan sama-sama di tinggalkan wisman, pemilik hotel bersedih, pemilik restauran bersendu, para guide duduk termenung,  yang lalu lalang hanya pelancong lokal. Apakah mungkin di Pulau Samosir di bangun bandara? Pertanyaan yang sangat sukar di jawab. Aksesibilitas adalah faktor utama promosi pariwisata. Lihat Bali dan Jogjakarta, wisatawan sampai ke destinasi tanpa harus terlebih dahulu mengeluh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/samosir-tangkahan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESONA BUKIT LANGKISAU</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesona-bukit-langkisau.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesona-bukit-langkisau.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 11:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[bukit]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Langkisau]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[matahari terbenam]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[sunset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=6385</guid>
		<description><![CDATA[Bumi Minangkabau, suatu daerah yang indah mempesona, jalan-jalan sampai kepelosok desa mulus. Masyarakat sangat santun, mudah senyum dan ramah tamahnya bukan main. Gunung, Bukit, Sungai dan Danau adalah perpaduan koleksi wisata yang dapat dinikmati tanpa harus patah pinggang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesona-bukit-langkisau.htm">Share G2 ke FB</a></div><p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Muhammad Ali, MLS</strong></p>
<p><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7549" title="PAK ALI" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI PESONA BUKIT LANGKISAU" width="166" height="180" /></a></p>
<p class="infobox" style="text-align: center;">Bumi Minangkabau, suatu daerah yang indah mempesona, jalan-jalan sampai kepelosok desa mulus. Masyarakat sangat santun, mudah senyum dan ramah tamahnya bukan main. Gunung, Bukit, Sungai dan Danau adalah perpaduan koleksi wisata yang dapat dinikmati tanpa harus patah pinggang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Sunset-Langkisau.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6392" title="Sunset Langkisau" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Sunset-Langkisau.jpg" alt="Sunset Langkisau PESONA BUKIT LANGKISAU" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Provinsi Sumatera Barat biasa disebut Daerah Minangkabau karena mayoritas Suku yang mendiami Provinsi ini adalah suku Minangkabau. Pada umumnya topografi daerah ini berbukit. Kehijauan bukit-bukit di sini pertanda keberhasilan tanaman penghijauan dan reboisasi tahun 80 an ditambah dengan kesadaran masyarakat yang lumayan tinggi untuk melestarikan alam sekitarnya serta mematuhi program pemerintah dan petuah-petuah datuk dan ninik mamak. Secara keseluruhan Prov. Sumatera Barat memang indah untuk di kunjungi seperti :</p>
<ul>
<li>Kota Legendaris Bukittinggi</li>
<li>Ngarai Sianok</li>
<li>Lobang Jepang</li>
<li>Lembah Harau</li>
<li>Danau Singkarak</li>
<li>Koto Gadang (tempat pembuatan sovenier dari bahan perak)</li>
<li>Danau Maninjau</li>
<li>Danau Diatas</li>
<li>Danau Dibawah dan</li>
<li>Painan</li>
<li>dengan se-abrek tempat wisata diantaranya adalah <strong>Bukit Langkisau</strong></li>
</ul>
<p><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Sore-di-Puncak.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6397" title="Sore di Puncak" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Sore-di-Puncak.jpg" alt="Sore di Puncak PESONA BUKIT LANGKISAU" width="400" height="300" /></a></p>
<h2><strong>Aksesibilitas dan Potensi Langkisau </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Di Provinsi Sumatera Barat setiap tempat yang menuju objek wisata pada umumnya aksesibilitas nya baik, sehingga pengunjung bisa senang menikmati objek yang ditawarkan. Bagi pengunjung yang berminat menginjakkan kaki  di Bukit Langkisau sangatlah mudah. Objek ini hanya berjarak sekitar 70 km dari  Ibu Kota Padang atau hanya sekitar ± 4 km dari kota Painan.  Ongkos bus dari Padang juga relatif terjangkau hanya Rp.20.000.-. Bagi yang berkedudukan di Painan (Ibu Kota Kabupaten Pesisir Selatan) dapat ke objek ini dengan menaiki ojek dengan harga Rp.5.000.-</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Menikmati-keidahan-sang-surya.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6394" title="Menikmati keidahan sang surya" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Menikmati-keidahan-sang-surya.jpg" alt="Menikmati keidahan sang surya PESONA BUKIT LANGKISAU" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bukit Langkisau dengan ketinggian puncak mencapai 214 meter diatas permukaan laut, jalan menuju puncak sudah beraspal mulus dan cukup lebar, sehingga pengunjung dengan leluasa menikmati keindahan alam sambil menikmati hidangan di kedai-kedai sebagai pelepas lelah. Objek ini berlokasi tepat di jantung kota Painan, Ibu Kota Kabupaten Pesisir Selatan. Pada pagi hari libur,  demikian banyaknya masyarakat berjalan santai ataupun lari pagi untuk menikmati keindahan, kesegaran udara, kenyamanan suasana dan ketenangan jiwa. Anak-anak dengan riang gembira merayakan kekanak-kanakan mereka sambil memakan makanan ringan bawaan mereka atau membeli pada kedai di puncak langkisau<strong>. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kota Painan dapat dinikmati seutuhnya dari puncak yang terletak di sebelah timur Langkisau, sedangkan sebelah baratnya hamparan pasir putih Pantai Carocok, Pantai Salido, pulau-pulau kecil dan sampan-sampan nelayan tak kalah menarik untuk di nikmati. Bagi peminat fotografi di sinilah perpaduan yang sangat serasi antara Gunung, Pantai, Laut, Nelayan, Sunset, Sungai dan Pasir Putih sekaligus dapat di nobatkan pada camera sang fotografer.  Saat yang tepat mengunjungi puncak bukit adalah sore menjelang sang surya terbenam. Pantulan sinar surya keemasan di permukaan laut adalah pemandangan spektakuler bagi wisatawan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Sunset-dan-Sungai.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6393" title="Sunset dan Sungai" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Sunset-dan-Sungai.jpg" alt="Sunset dan Sungai PESONA BUKIT LANGKISAU" width="400" height="300" /></a></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Keindahan yang Tercemar </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Sampah plastik bagaikan bunga yang sedang kembang berwarna warni tersebar di rerumputan dan sore hari sampah-sampah tersebut di buang sembarangan ke dalam jurang samping kedai di Puncak Langkisau, ini dampak negative tidak adanya tempat sampah, hasil wawancara dengan pengusaha kedai yang berada di bundaran bukit mengakatan bahwa tidak ada truk penggangkut sampah sehingga mereka membuang sampah di jurang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Beberapa-perumahan-di-puncak.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6391" title="Beberapa perumahan di puncak" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Beberapa-perumahan-di-puncak.jpg" alt="Beberapa perumahan di puncak PESONA BUKIT LANGKISAU" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tak mau kalah, para pengunjung pun dengan leluasa membuang sampah pada jurang dan sembarang tempat. Sehingga kalau boleh saya katakan bahwa Puncak Langkisau adalah suatu tempat yang dirindukan dengan sedikit menyedihkan. Di satu pihak kebersihan sangat dirindukan dan di pihak lain sampah plastic berserakan disana sini di tambah dengan kesadaran masyarakat sangat rendah. Kalau di lihat secara keseluruhan di Ranah Minang ini  pengaturan sampah sudah sangat teratur.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Wisatawan-menikmati-alam.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6395" title="Wisatawan menikmati alam" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Wisatawan-menikmati-alam.jpg" alt="Wisatawan menikmati alam PESONA BUKIT LANGKISAU" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi mengapa perlakuan di Bukit Langkisau demikian?  Sepenggal bait  Ebiet G Ade : Ini salah siapa, ini dosa siapa. Mari sama-sama <em>flash back</em> dan memperbaiki kondisi sehibngga layak jual untuk mancanegara karena  Bikit Langkisau juga adalah <strong>sorganya para layang dan sudah dimanfaatkan  oleh para layang dari mancanegara.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/pesona-bukit-langkisau.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/mari-berwisata-ke-kilometer-nol-dan-tano-ponggol.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/mari-berwisata-ke-kilometer-nol-dan-tano-ponggol.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 22:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Batak]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer 0 indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kilometer Nol]]></category>
		<category><![CDATA[pulau Rubiah]]></category>
		<category><![CDATA[Samosir]]></category>
		<category><![CDATA[Surfing]]></category>
		<category><![CDATA[Tano Ponggol]]></category>
		<category><![CDATA[Trumbu Karang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=6345</guid>
		<description><![CDATA[Suatu perjalanan wisata akan dirasa menyenangkan bila dalam perjalanan kita disuguhkan pemandangan indah, rasa nyaman, kondisi infrastruktur yang baik dan keramahtamahan masyarakat setempat. Tapi jika sebaliknya yang terjadi maka suatu wisata akan membosankan dan berkesan negatif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/mari-berwisata-ke-kilometer-nol-dan-tano-ponggol.htm">Share G2 ke FB</a></div><p style="text-align: center;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Oleh:  Muhammad Ali, MLS</span></strong></p>
<p><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7549" title="PAK ALI" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="166" height="180" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Suatu perjalanan wisata akan dirasa menyenangkan bila dalam perjalanan kita disuguhkan pemandangan indah, rasa nyaman, kondisi infrastruktur yang baik dan keramahtamahan masyarakat setempat. Tapi jika sebaliknya yang terjadi maka suatu wisata akan membosankan dan berkesan negatif.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini sengaja kami angkat menggunakan dua objek wisata yang mempunyai perbedaan mencolok. Yang satu berada di ujung barat NKRI tepatnya di pulau Sabang, yang satunya lagi berada di Pulau Samosir yang selalu disebut dengan pulau di atas pulau. Tulisan ini kami mulai dari Sabang.</p>
<h2 style="text-align: justify;">1. Kilometer Nol Indonesia</h2>
<p style="text-align: justify;">Di ujung Barat negara republik ini terletak kota Sabang di Pulau Weh tepatnya. Disana terdapat suatu tempat bersejarah karena dari situlah perhitungan awal jarak NKRI yang selalu menjadi patokan kita dengan semboyan  DARI <strong>SABANG</strong> SAMPAI MERAUKE. Yaitu dari paling barat ke paling timur. Mari kita telusuri rahasia Pulau Weh, dengan sedemikian banyak tempat-tempat bersejarah dan tempat-tempat wisata yang sebaiknya tidak terlewatkan untuk dikunjungi oleh setiap kita.   Sangat menakjubkan, kemanapun perjalanan dilakukan kita disuguhkan dengan kondisi jalan yang sangat mulus, masyarakat yang ramah, mudah senyum dan jauh dari rona kesombongan. Situasi begini membuat perjalanan sangat menyenangkan dilampiri pemandangan yang silih berganti dari mulai bukit, hutan, pantai dan pulau-pulau yang terhampar membuat sejuk mata memandang. Kesemuanya itu membuat suatu perjalanan wisata menjadi  lengkap dan bervariasi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Monumen-KM.-NOL.jpg" ><img class="size-full wp-image-6350  aligncenter" title="Monumen KM. NOL" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Monumen-KM.-NOL.jpg" alt="Monumen KM. NOL MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="270" height="235" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jauh dari kejenuhan, variasi objek wisata seperti inilah sebenarnya yang diinginkan kebanyakan wisatawan baik asing maupun lokal. Pulau ini terbentang sepanjang 15 kilometer di ujung paling utara dari Pulau Sumatera. Pulau ini hanya pulau kecil dengan luas 156,3 km2. Terdapat empat pulau kecil yang mengelilingi Pulau Weh yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Pulau Klah</strong></li>
<li> <strong>Pulau </strong><strong>Rubiah</strong></li>
<li><strong>Pulau Seulako</strong></li>
<li><strong>Pulau Rondo</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Pulau-RUBIAH.jpg" ><img class="size-full wp-image-6355 aligncenter" title="Pulau RUBIAH" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Pulau-RUBIAH.jpg" alt="Pulau RUBIAH MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="400" height="293" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di antara keempatnya, pulau Rubiah adalah  sorganya bagi para pencinta snorkling dan diving. Tempat ini  sangat terkenal dengan melimpahnya terumbu karang berwarna warni, ikan-ikan tak kalah indahnya sangat mempesona dengan lincahnya mempermainkn ombak menari laksana penari yang handal. Disilah para penyelam dapat bermesraan dengan ikan-ikan indah yang sangat mempesona.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Hotel-di-IBOIH.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6360" title="Hotel di IBOIH" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Hotel-di-IBOIH.jpg" alt="Hotel di IBOIH MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="400" height="253" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pulau Rubiah ini berdekatan dengan Iboih suatu tempat wisata yang paling digemari wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Di Iboih telah tersedia kapal mesin tempel dan kapal kaca, juga peralatan snorkling untuk wisataan yang ingin melihat terumbu karang dan ikan sekitar pulau Rubiah. Tempat lain yang tidak kalah indah adalah  <strong>Lhoong Angen di Barat Weh, Hutan wisata Iboih, Gua Sarang, Air terjun, Sumur Tiga, Pantai Kasih, Pantai Tapak Gajah, Anoi Hitam, Ujung Seuke dan sumber air panas Paya Keuneukai dan Kilometer Nol.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Karang-di-Sekitar-Pulau-Rubiah-1.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6356" title="Karang di Sekitar Pulau Rubiah 1" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Karang-di-Sekitar-Pulau-Rubiah-1.jpg" alt="Karang di Sekitar Pulau Rubiah 1 MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="240" height="272" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tempat yang sangat bersejarah di daerah Sabang adalah Kilometer Nol yang terletak di ujungnya NKRI ”benar-benar di ujung” karena dari sini habislah perjalanan, maka wisatawan harus berjalan memutar mengelilingi monumen KM. Nol  karena sudah dibatasi oleh laut. Sunset pada laut di Km. Nol sangat indah dan membuat lengkap suatu paket wisata.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Karang-di-sekitar-pulau-RUBIAH-2.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6358" title="Karang di sekitar pulau RUBIAH 2" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Karang-di-sekitar-pulau-RUBIAH-2.jpg" alt="Karang di sekitar pulau RUBIAH 2 MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="240" height="304" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Penghargaan unik dan langka akan diberikan kepada wisatawan yang telah mengunjungi Kilometer Nol yaitu berupa sertifikat   dari Dinas Pariwisata setempat. Sangat membanggakan bagi para pemegang sertifikat ini karena telah sampai ke ujung Indonesia. Demikian juga pengalaman penulis saat membawa wisatawan mancanegara melewati Equator di Bonjol Pasaman Sumatera Barat. Sengaja  equator di sakralkan agar lebih terkesan dengan cara memberhentikan bus pariwisata  beberapa meter sebelum equator kemudian <em>guide</em> memanggil satu per satu wisatawan dan memberikan <em>Certificate of Passing Equator</em>. Tentu hal ini sudah direncanakan oleh biro perjalanan dari awal sehingga nama wisatawan sudah di <em>print</em> sebelum berangkat. Kegiatan demikian cukup membanggakan wisatawan dan suatu kejutan dalam perjalanan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Karang-di-Sekitar-Pulau-RUBIAH-3.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6357" title="Karang di Sekitar Pulau RUBIAH 3" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Karang-di-Sekitar-Pulau-RUBIAH-3.jpg" alt="Karang di Sekitar Pulau RUBIAH 3 MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="240" height="269" /></a></p>
<h2>2. Tano Ponggol</h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tano Ponggol, </strong>secara harfiah berarti tanah yang di potong. Tanah yang di potong ini menciptakan sebuah kanal yang lebarnya kira-kira 20 m.  Sekarang ditandai dengan adanya jembatan pada kanal itu yang menghubungkan Pulau Samosir dengan  daratan Sumatera. Tano Ponggol ini berada di Pangururan sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Samosir, jalan keluar menuju Aek Rangat, tempat pemandian air panas yang sangat menakjubkan, indah dengan arah pandang lepas ke Danau Toba pasnya di lereng  Pusuk Buhit. Kesejukan yang menusuk tulang membuat gigi bisa gemeretak. Menghangatkan sekujur tubuh di tempat ini adalah pilihan prima sehingga terasa enggan bagi pengunjung untuk keluar dari air hangat ini. Pengunjung dapat berjam-jam menikmati air hangat yang sekarang sudah dikelola penduduk. Hanya dengan membayar Rp.10.000 pengunjung dapat berendam sepuasnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Tano-Ponggol.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6364" title="Tano Ponggol" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/04/Tano-Ponggol.jpg" alt="Tano Ponggol MARI BERWISATA KE KILOMETER NOL DAN TANO PONGGOL" width="264" height="209" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sayang memang sudah kebiasaan di daerah setempat ”kebersihan lingkungan masih kurang diperhatikan”. Kotoran ternak, plastik dan sampah rumah tangga berserak dimana-mana, amboi daerah yang demikian indah jadi tercemar demikian dahsyatnya. Menurut buku-buku budaya Batak yang saya kutip dari Sianipar bahwa Tano Ponggol di “potong” Belanda dengan dua alasan yaitu :</p>
<ol>
<li>Untuk memperlancar transportasi air.</li>
<li>Secara psikologis Belanda ingin memecah belah <em>Bangso Batak</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Selain dua alasan diatas  menurut penulis pemotongan menjadikan Samosir sebuah pulau adalah untuk memperindah nilai estetika dan membuat suatu keunikan daerah</strong>.  Tano Ponggol ini dikerjakan sekitar tahun 1907  dan sudah beberapa kali dikeruk tapi masih tetap saja dangkal sehingga sangat sukar untuk dilalui kapal feri. Panjang jembatan  hanya sekitar  15 meter, akan tetapi panjang kanal kira2 sekitar 1 km. Sayang, tempat yang demikian bersejarah, indah dan unik  sepertinya tidak begitu dirawat dan sama sekali tidak ada tanda-tanda  bahwa jembatan ini termasuk kesohor.</p>
<p class="infobox">Saran penulis :<br />
Tano ponggol sebaiknya di sakralkan demikian rupa agar setiap wisatawan yang melewati jembatan Tano Ponggol mendapat sedikit kisah terjadinya tano ponggol dari <em>guide</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum memasuki jembatan sebaiknya dibuat <em>gate</em> ( gerbang) baik dari arah Pangururan maupun dari arah Tele sehingga apresiasi wisatawan bisa berlebih. Karena kalau sekarang kita melewati jembatan Tano Ponggol kita tidak akan merasakan apa-apa ”lewat tanpa kesan”. Kita tidak sadar kalau kita telah melewati tempat yang sangat bersejarah. Sebaiknya kita belajar dari Kilometer nol Sabang yaitu setiap wisatawan yang melewati tempat itu diberi sertifikat gratis. Demikian juga dengan melewati jembatan Tano Ponggol sebaiknya wisatawan mendapatkan sertifikat ”<em>Certificate of Passing Tano Ponggol</em>” yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Samosir. Samosir yang tahun 2010 lalu mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Pariwisata sudah seharusnya berbenah diri. Satu hal yang lebih penting lagi adalah dengan di sakralkan melewati Tano Ponggol maka masyarakat yang berada sekitar itu harus menjaga kebersihan lingkungan karena wisatawan akan berhenti sejenak berfoto dan menikmati potongan tanah yang sengaja dibuat. Khusus bagi wisatawan yang berasal dari negeri kincir angin tempat ini akan lebih bersejarah karena pemotongan dilakukan oleh kakek nenek mereka. Kalaulah pemerintah Kabupaten Samosir jeli melihat peluang pemasaran Pariwisata maka sangat banyak yang bisa di promosikan sebagai objek andalan. Kunjungi Samosir maka kita akan tahu bahwa masih ada tempat di alam ini yang setenang, seindah, dan sesejuk Tano Batak Samosir. KM. Nol dan Tano Ponggol sama objek wisata andalan daerah masing-masing. KM. Nol. Yang terletak di ujung negara kita dirawat dengan baik, bahkan siapa saja yang mengunjungi akan di beri imbalan selembar sertifikat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sedangkan Tano Ponggol &#8230;&#8230; amboi rasa kurang diperhatikan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. ”</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesan positip wisatawan adalah suatu promosi terbaik”.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p class="infobox">Tentang Penulis :<br />
Mantan Peneliti pada Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/mari-berwisata-ke-kilometer-nol-dan-tano-ponggol.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALAM TERKEMBANG JADI GURU</title>
		<link>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/alam-terkembang-jadi-guru.htm</link>
		<comments>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/alam-terkembang-jadi-guru.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 09:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Waden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Aek Nauli]]></category>
		<category><![CDATA[ALAM]]></category>
		<category><![CDATA[KHDTK]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginigitu.com/?p=6223</guid>
		<description><![CDATA[Pepatah turun temurun  mengatakan ” Alam Terkembang jadi Guru” sangat benar adanya. Kalau kita mau belajar dari alam yang demikian indah dan mempesona, keingintahuan kita akan bertambah dari hari-kehari, apalagi dipadukan dengan kemajuan teknologi informasi.  Akan lengkaplah ilmu yang kita miliki. Pengunjung pada Hutan Penelitian Aek Nauli dapat langsung belajar di alam terbuka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right" style="float: right; padding: 0px 0px 5px 5px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/alam-terkembang-jadi-guru.htm">Share G2 ke FB</a></div><p style="text-align: center;"><span class="aligncenter"><strong>OBJEK EKOWISATA AEK NAULI TEMPAT BELAJAR DI ALAM TERBUKA</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh:  Muhammad Ali, MLS</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-7549" title="PAK ALI" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/PAK-ALI.jpg" alt="PAK ALI ALAM TERKEMBANG JADI GURU " width="166" height="180" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;">Ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata yang berwawasan lingkungan, mempunyai unsur pendidikan konservasi dan mempunyai kepedulian terhadap masyarakat lokal.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Keindahan-Pemandangan.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6275" title="Keindahan Pemandangan" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Keindahan-Pemandangan.jpg" alt="Keindahan Pemandangan ALAM TERKEMBANG JADI GURU " width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pepatah turun temurun  mengatakan ” Alam Terkembang jadi Guru” sangat benar adanya. Kalau kita mau belajar dari alam yang demikian indah dan mempesona, keingintahuan kita akan bertambah dari hari-kehari, apalagi dipadukan dengan kemajuan teknologi informasi.  Akan lengkaplah ilmu yang kita miliki. Pengunjung pada Hutan Penelitian Aek Nauli dapat langsung belajar di alam terbuka. Berdampingan dengan alam, bersentuhan dengan pepohonon, dan beratapkan canopy rindang pepohonan hutan dibalut udara sejuk dengan  hembusan angin sepoi. Ibarat satu paket kenikmatan yang  akan menambah kesegaran tubuh dan sukar untuk diungkapkan dengan kata-kata yang seindah apapun. Dalam perjalanan, alam akan menyuguhkan panorama indah melihat danau toba dari sudut pandang berbeda yaitu dari ketinggian 1400 m.dpl. Para treker juga dapat menikmati Nepenthes ( kantong semar) tumbuhan langka yang sukar dijumpai disembarang tempat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Kantong-Semar.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6277" title="Kantong Semar" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Kantong-Semar.jpg" alt="Kantong Semar ALAM TERKEMBANG JADI GURU " width="400" height="533" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Hutan Penelitian Aek Nauli telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.39/Menhut-II/2005, tanggal 7 Pebruari 2005. Luas arealnya adalah 1.900 hektar. Mandat utama yang dibebankan sebagai tujuan khusus kawasan ini, selain untuk tujuan penelitian kehutanan dalam arti luas, adalah untuk pengembangan kegiatan ekowisata. Sejak tahun 1996, Kawasan Hutan Penelitian Aek Nauli yang saat ini sudah menjadi KHDTK Aek Nauli, telah dipromosikan menjadi Daerah Tujuan Ekowisata. Berbagai kegiatan ekowisata telah banyak dilakukan, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Bahkan pengunjung dari manca negarapun turut ambil bagian. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, sebagai lembaga yang diberi mandat untuk mengelola kawasan ini, secara bertahap terus melakukan pembenahan, perbaikan, penataan, dan penambahan produk ekowisata guna meningkatkan minat pengunjung. Hal-hal yang sudah dilakukan anatara lain pembuatan jalur <em>trekking, camping ground, picnic area</em>, <em>shelter,</em> <em>arboretum</em>, dan pembinaan pegawai maupun warga untuk dijadikan tenaga pemandu wisata yang profesional. Pembinaan kepada ibu-ibu darma wanita juga tidak ketinggalan  guna meningkatkan pelayanan pengunjung, khususnya pelayanan konsumsi. Saat ini KHDTK Aek Nauli mempunyai keunggulan komparatif  dibandingkan daerah kunjungan lain, antara lain adalah tidak ada premanisme, alam yang indah, segar, nyaman dan pelayanan satu atap<em>. </em>Disamping itu ada juga fasilitas kantor yang dapat digunakan untuk kegiatan edukasi seperti perpustakaan, ruang pertemuan, gedung olah raga, <em>guest house,</em> lapangan olah raga (Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, Bola Kaki). Beberapa laboratorium juga dapat dijadikan arena belajar dan studi banding pengunjung. Keunggulan lain adalah letaknya yang strategis berada pada jalur lintas Sumatera dan dekat dengan kawasan wisata Danau Toba, sehingga pengunjung dapat mengkombinasikan wisata air danau toba dengan wisata hutan dataran tinggi Aek Nauli. Hal ini merupakan perpaduan wisata yang sangat menarik yang menjanjikan petualangan alam lebih kompleks yang tentunya akan membuat pengunjung merasa lebih puas dan tertantang.</p>
<h2><strong>LETAK DAN AKSESIBILITAS KHDTK AEK NAULI </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Secara administrasi pemerintahan, KHDTK Aek Nauli termasuk dalam wilayah Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan bolon, Kabupaten Simalungun, dan terletak di jalan lintas Sumatera tepatnya di lintas Pematang Siantar – Parapat yang berjarak 10 km dari Kota Wisata Parapat dan mudah terjangkau.</p>
<h2><strong>FASILIAS YANG TELAH ADA</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Piknik Area, Bumi Perkemahan (<em>Camping Ground</em>),  empat buah shelter dan jalur treking (ringan dan sedang).   Kegiatan  yang dapat dilakukan pengunjung adalah Berkemah, <em>Outbond Training</em>, Treking, Turun tebing<em>,</em> Jalan santai, Pengamatan burung <em>(Birds watching),</em> Pengamatan Budidaya lebah madu,  penyadapan getah kemenyan dan getah pinus. Kegiatan-kegiatan seperti ini akan menjadi pengalaman yang tidak adakan terlupakan karena pengunjung dapat memanen sendiri Hasil Hutan Bukan Kayu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Kumpul.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6280" title="Kumpul" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Kumpul.jpg" alt="Kumpul ALAM TERKEMBANG JADI GURU " width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Aek Nauli sebenarnya sudah dikenal secara internasional, hal ini terbukti ketika adanya <em>Lake Toba Summit (LTS)</em> yang mana Aek Nauli telah ditunjuk  sebagai tuan rumah penyelenggaraan Penanaman Pohon Kenangan<em> (Tree Planting Ceremony)</em>. Dalam acara tersebut, dilokasi arboretum di sekitar kawasan telah ditanam sekitar 100 batang pohon yang terdiri dari 26 jenis. Yang ditanam delegasi <em>LTS</em> yang berasal dari berbagai Negara. Lokasi penanaman pohon kenangan ini menjadi suatu tempat bersejarah yang akan selalu dikenang dan bisa dijadikan objek wisata turun temurun khususnya bagi pengadopsi pohon dan keturunannya.</p>
<h2><strong>MANFAAT KEGIATAN</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini diharapkan agar memberikan manfaat kepada berbagai pihak, antara lain kepada BPK Aek Nauli, masyarakat sekitar, dan pemerintah. Bagi BPK Aek Nauli manfaatnya adalah meningkatkan eksistensi karena akan dikenal oleh kalangan yang lebih luas, bahkan sampai ke mancanegara. Bagi masyarakat sekitar, yang bertempat tinggal di Aek Nauli akan memberikan sumber penghasilan tambahan sebagai penyedia makanan, porter, dan jasa lainnya. Selain manfaat ekonomi, juga akan memberi manfaat sosial antara lain menambah rasa betah tinggal di <em>remote area.</em> Dengan banyaknya pengunjung diharapkan menjadi pengobat kejenuhan hidup di pinggiran hutan pinus. Bagi pemerintah, akan memberikan manfaat berupa terpeliharanya kawasan dari kerusakan dan adanya inovasi baru di bidang ekowisata yang memungkinkan untuk diterapkan di daerah lain. Dengan ber ekowisata berarti mendapatkan penghasilan tambahan dari hutan tanpa merusak, bahkan turut mengkonservasi hutan tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Tracking2.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-6279" title="Tracking2" src="http://ginigitu.com/wp-content/uploads/2011/03/Tracking2.jpg" alt="Tracking2 ALAM TERKEMBANG JADI GURU " width="400" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginigitu.com/lainnya/ekowisata/alam-terkembang-jadi-guru.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

