Apuse & Garuda Di Dadaku (Video+Lirik)
Lagu “Garuda Di Dadaku” memang mirip dengan “Apuse”, tembang daerah asal Biak, Papua.
Di tengah-tengah gegap-gempita euforia timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup 2010, lagu “Garuda Di Dadaku” semakin marak dinyanyikan oleh fans Merah-Putih.
Grup band Netral pun merasa bangga suara gemuruh lagu tersebut sukses menjadi ikon timnas dan ‘lagu nasional’. Sebelumnya, Netral mempopulerkan lagu ini sebagai soundtrack film “Garuda Di Dadaku” produksi Shanty Harmayn dan diangkat berdasarkan cerita dan skenario karangan Salman Aristo.
Lirik lagu semakin laris di ajang Piala AFF, wajib dinyanyikan karena mampu menggugah spirit nasionalisme dan membangkitkan semangat juang timnas. Bahkan, Netral dijadwalkan manggung di hadapan puluhan ribu penonton saat leg kedua final melawan Malaysia digelar di stadion Gelora Bung Karno, Rabu (29/12).
Namun perlu diketahui, lirik “Garuda Di Dadaku” sendiri merupakan adaptasi lirik yang disusun oleh Ferry Indrasjarief, ketua The Jakmania kala itu dan sekarang menjabat sebagai asisten manajer Persija. Kemudian vokalis dan bassis Netral, Bagus Dhanar Dhana, menambahkan beberapa lirik pada awal aransemen.
Tembang yang dibawakan Netral notasinya memiliki kemiripan dengan lagu yang berjudul “Apuse”, sebuah karya daerah asal Biak, Papua.
Koresponden GOAL.com Dominggus Arnold Mampioper dari Jayapura menjelaskan, lagu “Apuse” mengisahkan perpisahan seorang cucu dengan kakek-neneknya. Apuse sendiri artinya kakek atau nenek.
“Lagu ini beredar sudah lama sekali, sejak awal tahun 1960-an, dan pengarang anonim lagu ini berasal dari Biak,” kata Dominggus.
Artinya, pencipta lagu ini tidak diketahui, tapi Dominggus menambahkan, lagu ini pernah diklaim oleh seseorang bermarga Mandosir sebagai karyanya.
Ini Video Lagu Apuse
Dominggus kemudian menerjemahkan lirik dari lagu “Apuse”:
Apuse kokon dao (Kakek-nenek ku mau)
Yarabe soren doreri (pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri)
Wuf lenso bani nema baki pase (Pegang saputangan dan melambaikan tangan)
Apuse kokon dao (Kakek/nenek aku mau)
Yarabe soren doreri (pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri)
Wuf lenso bani nema baki pase (Pegang saputangan dan melambaikan tangan)
Arafabye aswarakwar (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)
Arafabye aswarakwar (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)
Memang tak dapat dimungkiri, lagu “Garuda Di Dadaku” telah menumbuhkan semangat yang luar biasa terhadap sepakbola nasional.
Hanya saja, apabila lagu ini sumber inspirasinya dari karya milik orang lain, ada baiknya hak cipta diluruskan. Ini menyangkut sportivitas dan etika dalam berkreativitas.
Ini Video lagu Garuda di Dadaku
Ayo putra bangsa
Harumkan negeri ini
Jadikan kita bangga
Indonesia
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang..
| Share artikel ini? Mudah banget, tinggal copy kode di bawah ini | |
| URI | |
| Link | |
| Forum | |
![GiniGitu [dot] com GiniGitu [dot] com](http://ginigitu.com/images/MammaGamma/GiniGitu+%5Bdot%5D+com.png)


![GiniGitu [dot] com Updates](http://feeds.feedburner.com/ginigitu.1.gif)
Semua orang uda tau ntuh lirik dan nadanya.
@zefri : Gpp Lah…
Kn hanya mengulang n kasih tau z…k fren yg Lom tau..
smbil mngulang…
wah, kok gini yah koment nya…
kita sama2 author ginigitu.com lho…
So, kenapa harus gini…
Kritik itu di haruskan tapi yang membangun dunk.. jangan menjatuhkan gini…
Tuh lirik mang dah banyak yang tau, tapi ntuk wa yang gak gitu hobi musik pastinya lum tau lho..
Thanks banget ntuk Diimaz…
biasa waden..
kami emg seperti ini. tapi maaf klu seperti ini di GiniGitu.com
yup, kita emang harus saling membantu satu sama lain…